Riksa Uji Lift tiap-tiap tahun adalah suatu keharusan, yaitu pengujian terhadap alat-alat pengaman termasuk rem, relay, sekering (fuse) dan saklar. Juga pemeriksaan terhadap kerusakan/cacat landas pendaratan, anak tangga (retak), panel balustrade, sisir (combplate) dan cacat pada ban pegangan (hand rail). Semua itu adalah sumber-sumber kecelakaan yang harus dicegah.

Elevator adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi; biasanya lebih dari tiga atau empat lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau eskalator. Lift-lift pada zaman modern mempunyai tombol-tombol yang dapat dipilih penumpangnya sesuai lantai tujuan mereka, Terdapat tiga jenis mesin, yaitu Hidraulik, Traxon atau katrol tetap, dan Hoist atau katrol ganda, Jenis hoist dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu hoist dorong dan hoist tarik.

Dasar Hukum Riksa Uji Lift

  1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja.
  2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor:  PER.6/MEN/2017, tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Elevator dan Eskalator.

TUJUAN Pelaksanaan syarat K3 Elevator dan Eskalator sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Permenaker No.6 Tahun 2017 :

  1. Melindungi tenaga kerja dan orang lain yang berada di Tempat Kerja dari potensi bahaya Elevator dan Eskalator
  2. Menjamin dan memastikan Elevator dan Eskalatoryang aman, handal dan memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi pengguna
  3. Menciptakan Tempat Kerja yang aman dan sehat untuk meningkatkan produktivitas

Prosedur Riksa Uji Lift

1.Pemeriksaan Kelengkapan  Dokumen

  • Ijin Pemakaian Tetap
  • Buku Laporan Hasil Pemeriksaan terdahulu
  • Buku Maintenance
  • Hasil Pengujian Pasca Perbaikan
  • Sertifikat Pabrik Pembuat
  • Surat Keterangan K3

2. Pemeriksaan Visual

  • Ruang mesin
  • Mesin : Alat pelindung benda berputar, Panel dan Ruang luncur
  • Kereta
  • Ruang lekuk dasar
  • Perlengkapan dan Peralatan Pengaman
  • Fasilitas keselamatan dan tanda bahaya
  • Peralatan alarm dan indicator lampu
  • Area kerja

3. Pengukuran

  • Ruang bebas kamar mesin
  • Penerangan
  • Pelindung lubang tali baja
  • Diameter tali baja  (wire rope), Diameter teromol motor
  • Diameter teromol governor
  • Pintu darurat (Jika ada)
  • Ruangan bebas diatas sangkar
  • Ruang bebas lekuk dasar
  • Tangga lekuk dasar
  • Jarak sakelar pengaman dilekuk dasar
  • Kerataan lantai
  • Sekat ruang luncur (2 sangkar)
  • Luas kereta (sangkar)
  • Pintu kereta (sangkar)
  • Celah antara pintu kereta dengan ruang luncur
  • Sisi luar kereta dengan ruang balok luncur
  • Pintu darurat atap kereta / samping kereta
  • Pagar pengaman atap kereta
  • Sekat pengaman bobot imbang
  • Kabel grounding
  • Tinggi panel operasi didalam kereta (elevator disabilitas)

4. Pengujian

  • Peralatan pengaman/ Safety Device
  • Governor
  • Pengereman elektrik
  • Pengeremaan mekanik
  • ARD
  • Sensor overload
  • Sensor gempa (Jika ketinggian lift > 10 meter)
  • Pengujian tidak merusak (NDT) : Wire rope testing dan Penetran

5. Laporan Pemeriksaan dan Pengujian

  • Data Umum
  • Data Teknik
  • Pemeriksaan Visual
  • Pengukuran
  • Pengujian
  • Photo hasil Perneriksaan
  • Kesimpulan
  • Saran – Saran

Sehubungan dengan hal tersebut Kami PT KARYA DERAS JAYA sebagai perusahaan PJK3 yang ditunjuk oleh KEMENAKERTRANS RI melakukan pemeriksaan dan pengujian Eskalator dan Elevator serta memberikan sertifikasi dan resertifikasi alat-alat PAA, PUBT, PTP, Proteksi Kebakaran dan Instalasi Listrik.

Utk Informasi Lebih Lanjut atau ada yang mau di Tanyakan Silahkan Hubungi ke Customer Service kami, dengan Click Contact US. atau Silahkan Chat Kami dengan Live Chat KDJ yg ada di bawah Page, atau Chat via WA kami Click..  

BACA JUGA : Riksa Uji Forklift

Riksa Uji Lift

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *