Riksa Uji Proteksi Kebakaran – Seiring dengan pesatnya perkembangan jaman, pembangunan diberbagai sektor juga ikut mengalami kemajuan, seperti yang banyak kita jumpai yaitu pembangunan gedung – gedung perkantoran, pabrik, apartemen, perumahan, dan lain – lain yang ada di sekitar kita, tentunya kita pasti merasakan dampak baik dan buruknya dari pembangunan tersebut. Untuk menunjang rasa aman bagi penghuninya diperlukan konstruksi yang kokoh dan kuat. Selain itu, dalam bangunan gedung, juga harus memperhatikan satu kesatuan sistem dan merupakan keharusan pada konsep perencanaan bangunan, salah satunya berupa perencanaan terhadap bahaya kebakaran yang sering terjadi tanpa diduga – duga dan dapat terjadi sewaktu – waktu yang menimbulkan banyak kerugian material, korban jiwa, dan kerusakan lingkungan yang setiap saat selalu mengancam kehidupan manusia.

Selain itu kebakaran yang terjadi sering sekali sulit diatasi sehingga kerugian yang ada bertambah. Mengingat besarnya kerugian yang disebabkan oleh kebakaran serta terbatasnya kemampuan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang dimiliki oleh Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) atau Pemerintah Daerah.

Oleh karena itu diperlukan sarana pemadam kebakaran yang dapat menghambat sekaligus memadamkan api agar tidak menjalar sampai jauh sebelum pemadam kebakaran datang. Salah satu peralatan pemadam kebakaran yang harus ada didalam gedung misalnya, alat pemadam api ringan (fire extinguisher), sistem selang air bertekanan (hydrant system), dan sistem pemercik api otomatis (sprinkler system).

PT Karya Deras Jaya merupakan Group dari PT. Karya Master Mandiri Indonesia (PT. KMMI) yang bergerak di bidang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).Perusahaan ini bergerak dibidang pemeriksaan dan Pengujian (Riksa Uji), dalam hal ini yaitu dibidang instalasi dan perlengkapan penanggulangan kebakaran, Berhubungan dengan client PT Karya Deras Jaya selalu  mengingatkan pemilik untuk menjaga aset yang dimilikinya agar aman dan nyaman. Sehingga perlu perencanaan dan perancangan sistem pemadam kebakaran (Fire Fighting System) untuk melindungi bangunan dan asetnya.

Pengertian – pengertian alat

  • Springkler

Sistem sprinkler otomatis adalah suatu sistem yang bekerja secara otomatis dengan memancarkan air bertekanan ke segala arah untuk memadamkan kebakaran atau mencegah meluasnya kebakaran. Instalasi sprinkler ini dipasang secara permanen di dalam bangunan yang dapat memadamkan kebakaran secara otomatis dengan menyemprotkan air di tempat mula terjadi kebakaran.

  • Hydrant

Hydrant kebakaran adalah suatu sistem instalasi pemipaan berisi air bertekanan tertentu yang digunakan sebagai sarana untuk memadamkan kebakaran.

  • APAR

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berfungsi sebagai alat pemadam kebakaran pertama / awal pada peristiwa kebakaran yang masih kecil. APAR tetaplah penting meskipun suatu bangunan telah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran.

Setiap sistem pemadam kebakaran harus dilengkapi dengan sekurang – kurangnya 1 (satu) jenis sistem penyediaan air yang bekerja secara otomatis, bertekanan dan berkapasitas cukup, serta dapat diandalkan setiap saat.

  1. DASAR HUKUM RIKSA UJI PROTEKSI KEBAKARAN
  • Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja;
  • Syarat keselamatan kerja yang berhubungan dengan penanggulangan kebakaran secara jelas telah digariskan dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1970 antara lain:
  • Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
  • Penyediaan sarana jalan untuk menyelamatkan diri;
  • Pengendalian asap, panas dan gas;
  • Melakukan latihan bagi semua karyawan.
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per-04/Men/1980 Tentang Syarat – Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan;
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per-02/Men/1983 Tentang Instalasi Kebakaran Alarm Otomatik;
  • Sistem hydrant mengacu pada Standar Fire Hydrant SNI (Standar Nasional Indonesia) 03-1745-2000 Tentang Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak Dan Selang Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah Dan Gedung;
  • SNI (Standar Nasional Indonesia) 03-1735-2000 Tentang Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan Dan Akses Lingkungan Untuk Pecegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung;
  • National Fire Protection Association (NFPA-10) Tentang Standar Untuk Portable Fire Extinguisher, (NFPA-13) Tentang Standar Untuk Instalasi Sistem Sprinkle, (NFPA-14) Tentang Standar Untuk Instalasi Selang Dan Pipa Tegak;
  • National Fire Protection Association (NFPA-20) Tentang Standar Untuk Instalasi Pompa Sentrifugal;
  • Standar Nasional Indonesia (SNI) dan National Fire Protection Association (NFPA);
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. KEP.186/Men/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja;
  • Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. 11/M/BW/1997 Tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran;

Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. 158 Tahun 1972 tentang program operasional serentak, singkat padat untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Kebakaran dapat merupakan pangkal bencana yang dapat mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi serta dapat merupakan ancaman dan hambatan terhadap jalannya pembangunan nasional, oleh karena itu perlu diambil langkah – langkah yang efektif, baik secara preventif maupun secara represif untuk menanggulangi peristiwa kebakaran terutama di perusahaan-perusahaan atau tempat kerja.

Utk Informasi Lebih Lanjut atau ada yang mau di Tanyakan Silahkan Hubungi ke Customer Service kami, dengan Click Contact US. atau Silahkan Chat Kami dengan Live Chat KDJ yg ada di bawah Page, atau Chat via WA kami Click..  

Uji Riksa Proteksi Kebakaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *